Mungkin sebagian orangtua sangat khawatir, ketika melihat bayi baru lahir sering kaget. Kebiasaan ini biasa juga disebut sebagai reflek moro, salah satu respons motorik dasar yang membantu bayi bertahan dan berkembang di lingkungan baru. Sampai berapa lama refleks moro akan terlihat? Apakah ada cara mengatasinya?


Apa itu reflek moro?

Menjadi salah satu jenis reflek bayi baru lahir, reflek moro atau reflek kejut adalah refleks yang mengacu pada respons motorik tak sadar.Ciri-ciri utama refleks moro adalah ketika bayi baru lahir terkejut karena suara atau gerakan.Hal ini bisa membuatnya merentangkan tangan, menggerakkan kaki, melengkungkan punggung, melemparkan kepala ke belakang, sampai akhirnya kembali ke posisi sebelum ia menunjukkan refleks kaget. Dalam kondisi ini, bayi Anda bisa saja menangis atau tidak.Tak perlu khawatir berlebihan, karena reflek kejut ini adalah kondisi normal. Mengutip Healthy Children, umumnya, refleks moro akan berlangsung sampai usia bayi sekitar 2-4 bulan.Kemungkinan, refleks moro akan hilang sepenuhnya saat bayi berusia 6 bulan atau bisa juga lebih. Perlu orangtua ingat bahwa setiap bayi berbeda.

Penyebab reflek moro pada bayi

Pada perkembangan bayi, hampir semuanya terlihat asing saat baru lahir. Maka dari itu, tak heran kalau ia mudah terkejut atau bahkan takut dengan suara baru.Berikut adalah beberapa peyebab yang bisa memicu terjadinya refleks moro pada bayi, seperti:

  • Sensasi mau jatuh. Ini bisa ia rasakan saat orangtua memindahkan posisi gendongan atau saat menaruhnya di tempat tidur.
  • Gerakan tidak terduga. Misalnya, saat Anda mengangkat bayi atau menggeser tubuhnya saat tidur.
  • Suara keras dan tiba-tiba di dekatnya, seperti pintu yang dibanting, benda jatuh ke lantai, dan lain-lainnya.
  • Bayi menyentak lengan atau kakinya, sehingga mengejutkan diri sendiri.
  • Lampu yang terlalu terang. Terutama, saat sebelumnya ruangan gelap atau redup.

Terkadang, reflek moro juga bisa terjadi tanpa ada alasan atau penyebab sama sekali.

Tes reflek moro pada bayi

Umumnya, dokter sering melakukan pemeriksaan refleks pada beberapa pemeriksaan pertama setelah bayi lahir.Untuk melakukan tes refleks moro, biasanya dokter akan menghadapkan bayi ke atas, pada permukaan yang empuk. Setelah itu, dokter akan mengangkat kepala bayi, dan melepasnya.Sebelum sampai ke permukaan yang empuk itu, kepala bayi sudah ditangkap lagi oleh tangan sang dokter.Berikut adalah respons normal dari refleks moro yang akan terlihat, seperti:

  • Kedua lengan bayi bergerak ke samping,
  • Telapak tangannya akan terbuka dan menghadap ke atas, sedangkan ibu jarinya tertekuk.
  • Bisa saja bayi menangis, tetapi hanya sebentar saja.
  • Setelah refleks moro selesai, maka bayi akan mulai rileks lagi, dan kembali ke posisi semula.

Mengapa bayi melakukannya? Tentu saja, ini adalah respons pertama dari bayi, untuk mempertahankan dirinya dari gangguan sekitar, seperti sentuhan atau suara keras yang mengganggu istirahatnya.Ketika bayi sudah mulai nyaman dan “akrab” dengan lingkungan di sekitarnya, maka refleks moro akan menghilang.

Bagaimana cara orangtua meredakan kaget pada bayi?

Saat bayi sering menunjukkan reflek moro berlebihan, mungkin menjadi tanda ia merasa tidak aman maupun nyaman, karena ada gangguan seperti suara berisik, atau sentuhan.Waaupun tidak akan sepenuhnya menghilang, ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan untuk membantu meredakan rasa kaget agar ia tidak sering terbangun, seperti:

1. Dekap bayi saat sedang merebahkannya

Saat sedang merebahkan bayi ke tempat tidur, posisikan ia sedekat mungkin dengan Anda.Turunkan ia dengan lembut. Lalu, lepas tangan Anda dari badannya, hanya ketika punggung bayi sudah menempel di kasur atau permukaan lembut lainnya.Hal ini dianggap bisa menghilangkan sensasi terjatuh yang dirasakan oleh bayi, saat sedang direbahkan.

2. Bedong bayi

Membedong bayi, bisa membuatnya merasa nyaman, aman, dan bisa tidur lebih lama.Akan tetapi, membedong juga tidak boleh sembarangan. Gunakan kain yang tidak terlalu tebal, dan selalu cek tingkat kehangatannya, agar bayi tidak merasa terlalu panas ketika dibedong.

3. Meminimalisasi suara

Perhatikan cara berjalan, menutup pintu, serta menaruh benda saat bayi tidur. Kalau biasanya orangtua sesuka hati melakukannya, Anda perlu belajar meminimalisasi kebisingan untuk mencegah reflek moro berlebihan.Agar tidurnya lebih nyenyak dan tidak kaget, Anda juga bisa menyalakan white noise.

Yang Harus di Perhatikan 

Ketika bayi tidak menunjukkan refleks normal dalam merespons sesuatu, itu bisa menjadi tanda dari sebuah masalah.Berikut adalah beberapa tanda atau perubahan saat bayi tidak memperlihatkan refleks moro atau terlihat tidak normal, seperti:

  • Bayi tidak menunjukkan tanda-tanda refleks. Ini bisa mengindikaikan semacam kerusakan otak atau sumsum tulang belakang.
  • Bayi hanya bisa menggerakkan satu sisi tubuhnya. Kemungkinan, ia mengalami bahu patah atau saraf dari leher ke bagian lengan tidak berfungsi.

Saat Anda melakukan konsultasi rutin dengan dokter, ada baiknya, hal-hal seperti refleks moro, selalu ditanyakan. Sebab, dokter mampu mengidentifikasi refleks normal pada bayi, maupun potensi dari kondisi medis lainnya.Untuk memastikan kondisi bayi, dokter biasanya akan melihat otot dan saraf dari bayi dengan cermat, untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi medis yang mengkhawatirkan.