Siapa sangka, di Cina Undur-undur ternyata dihargai Jutaan Rupiah

Sekilas undur-undur adalah hewan yang menjijikkan yang tidak memiliki khasiat untuk kesehatan. Tapi Anda sudah salah sangka karena undur-undur bisa mencegah tingginya glukosa di dalam tubuh yang bisa menyebabkan diabetes!

Siapa sangka hewan undur-undur yang sering dijadikan 'mainan' oleh anak-anak, ternyata di China bisa dibanderol seharga 7.000 Yuan atau setara Rp14 juta per kilogram. Dalam metode pengobatan China, undur-undur dipercaya ampuh mengatasi penyakit, salah satunya diabetes.

Secara turun-temurun, masyarakat di Karimun Jawa ternyata menggunakan undur-undur untuk mengobati diabetes. Dari situlah para mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada bereksperimen untuk menunjukkan buktinya.

Mereka menggunakan Myrmeleon Sp atau undur-undur darat sebagai bahan kajian obat diabetes. Mahasiswa-mahasiswi UGM yang terdiri dari Tyas Kurniasih, Mokhamad Isma’il, Febri Susilowati, dan Sinta Puji Lestari menguji khasiat undur-undur dengan tikus putih. Mereka bikin jus undur-undur yang dicampur dengan pisang ambon.

Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap menggunakan 30 ekor tikus putih jantan galur wistar umur 2-2,5 bulan dengan berat 150-250 gram, dibagi menjadi 6 kelompok yakni 1 kelompok normal dan 5 kelompok hiperglikemik dengan pemberian aloksan 125 mg/kg berat badan tikus.

Perlakuan jus undur-undur dosis 0,01 ml/200 g bb tikus, jus pisang ambon dosis 1,26 ml/200 gram bb tikus, campuran undur-undur+pisang ambon dengan dosis yang sama dengan perlakuan pertama dan kedua, serta larutan glibenklamida dosis 0,378 mg/200g bb tikus (sebagai kontrol positif) selama 35 hari secara oral.